Jujur Dengan Kebohongan
HRD; Selamat pagi pak!
Ridwan; selamat pagi juga Bu.
HRD; silakan duduk.
Ridwan; siap terimakasih Bu.
HRD; Perkenalkan Saya Rahmawati "langsung berjabatan tangan",
terimakasih atas kehadiran bapak dalam proses perekrutan karyawan baru di perusahaan kami.
Diperkenankan terlebih dahulu bapak perkenalkan diri.
Silakan!
Ridwan; sebelumnya saya mengucapkan terimakasih banyak atas kesempatan yang diberikan kepada saya.
Nama saya Ridwan Kiwil, umur 30 tahun.
Saya lulusan Universitas Bakti Sosial, Jurusan Managemen Akutansi.
Saat ini saya masih bekerja di sebuah perusahaan swasta PT. S***** sebagai Finance staff selama lebih dari empat tahun.
HRD; mohon maaf saya potong pembicaraan bapak!
Ridwan; silahkan, tidak masalah Bu.
HRD; Apakah saat ini bapak sendang izin, cuti, atau bagaimana?
Ridwan; Kebetulan saya di informasikan untuk interview di perusahaan ini sejak tiga hari sebelumnya,
Mendapat informasi itu saya langsung mengajukan cuti dadakan di perusahaan saya dan di setujui oleh atasan dan HRD.
HRD; alasan apa yang membuat perusahaan anda menyetujui pengajuan cuti anda yang mendadak?
Ridwan; Saya hanya beralasan ada urusan keluarga yang tidak dapat ditunda.
HRD; Menurut regulasi yang benar, berapa hari lazimnya pengajuan cuti itu bisa disetujui? mengingat pekerjaan anda harus di delegasikan ke rekan kerja yang lain?
Ridwan; Minimal tujuh hari Bu.
HRD; mengapa bapak tidak jelaskan yang sebenarnya tentang alasan cuti bapak?
Ridwan; menurut saya, jika alasan saya karena untuk mencari pekerjaan di tempat lain atau ada interview di perusahaan lain. Itu sangat tidak etis.
HRD; jadi Bapak lebih mengedepatkan etis atau tidak etis ketimbang kejujuran?
Ridwan; tidak begitu juga Bu. Saya juga ingin tetap menjaga hubungan baik dengan semua jajaran dan rekan kerja di perusahaan saya, jika seandainya nantinya saya bisa bergabung di perusahaan ini.
HRD; Menurut saya lebih baik sampaikan secara jujur saja, untuk masalah mendapatkan persetujuan atau tidak itu tergantung nasib dan keberuntungan Bapak.
Ridwan; Betul Bu, tapi pendapat Ibu seandainya ibu sebagai HRD di perusahaan saya bekerja saat ini, Jika saya mengajukan cuti dengan alasan untuk interview di perusahaan lain secara mendadak. Apakah ibu akan menyetujui itu?
HRD; Pasti. Pasti saya akan menyetujuinya.
Ridwan; Kok bisa! "Nada Binggung" Kira-kira apa yang menjadi alasan ibu?
HRD; pertama saya mengapresiasi kejujurannya,
kedua, mengharapkan ia bisa berkembang lebih baik lagi di perusahaan lain,
ketiga, karena tidak mengharapkannya lagi untuk bekerja di perusahaan kami.
Ridwan; Maksud Ibu? "keheranan"
HRD; Jadi begini! Kebetulan posisi yang bapak lamar ini, karyawanya sedang memintak izin cuti untuk interview di perusahaan lain tepat dihari ini.
Maka dari itu, perusahaan langsung membuka lowongan kerja untuk mengantikan posisinya.
Ridwan; "Diam Membisu" didalam hatinya bercampur perasaan tidak nyaman.
HRD; Kok malah diam pak?
Apakah ada yang salah dengan penjelasan saya? "Sembari menahan tawa"
Ridwan; Gaa..ak, "gelagapan"
HRD; Apakah interviewnya bisa dilanjut? "tanya kembali dengan nada yang lebih halus"
Ridwan; Cukup. Langsung pada kesimpuan saja bu?
HRD; Oke silahkan bapak pulang dan kapan kira-kira bapak siap untuk mulai bekerja diperusahaan kami?
Ridwan; "makin keheranan". Maksudnya Bu?
HRD; Iya, kamu di terima di perusahaan kita.
Ridwan; Saya diterima! "kebingungan makin menjadi di raut wajahnya"
HRD; Betul Bapak Ridwan Kiwil,
Bapak di terima diperusahaan kami.
Menurut saya Bapak memang telah berbohong di perusahaan bapak saat ini.
Tapi Bapak telah jujur kepada saya tentang kebohongan bapak itulah pertimbangan saya menerima Bapak.
Ridwan; "Alhamdulillah" ungkapan yang terucap dalam hatinya.
Terimakasih Bu untuk kesempatan yang diberikan.
Saya akan segerah mengurus administrasi pengunduran diri saya di perusahaan saya saat ini, saya pastikan dalam waktu empat belas hari kedepan saya sudah bisa bergabung.
HRD; Oke terimakasih Pak Ridwan dan selamat bergabung.
Ridwan; Sama-sama Ibu RAHMA WATI "Kebahagian terpancar diraut wajahnya"
Ridwan; selamat pagi juga Bu.
HRD; silakan duduk.
Ridwan; siap terimakasih Bu.
HRD; Perkenalkan Saya Rahmawati "langsung berjabatan tangan",
terimakasih atas kehadiran bapak dalam proses perekrutan karyawan baru di perusahaan kami.
Diperkenankan terlebih dahulu bapak perkenalkan diri.
Silakan!
Ridwan; sebelumnya saya mengucapkan terimakasih banyak atas kesempatan yang diberikan kepada saya.
Nama saya Ridwan Kiwil, umur 30 tahun.
Saya lulusan Universitas Bakti Sosial, Jurusan Managemen Akutansi.
Saat ini saya masih bekerja di sebuah perusahaan swasta PT. S***** sebagai Finance staff selama lebih dari empat tahun.
HRD; mohon maaf saya potong pembicaraan bapak!
Ridwan; silahkan, tidak masalah Bu.
HRD; Apakah saat ini bapak sendang izin, cuti, atau bagaimana?
Ridwan; Kebetulan saya di informasikan untuk interview di perusahaan ini sejak tiga hari sebelumnya,
Mendapat informasi itu saya langsung mengajukan cuti dadakan di perusahaan saya dan di setujui oleh atasan dan HRD.
HRD; alasan apa yang membuat perusahaan anda menyetujui pengajuan cuti anda yang mendadak?
Ridwan; Saya hanya beralasan ada urusan keluarga yang tidak dapat ditunda.
HRD; Menurut regulasi yang benar, berapa hari lazimnya pengajuan cuti itu bisa disetujui? mengingat pekerjaan anda harus di delegasikan ke rekan kerja yang lain?
Ridwan; Minimal tujuh hari Bu.
HRD; mengapa bapak tidak jelaskan yang sebenarnya tentang alasan cuti bapak?
Ridwan; menurut saya, jika alasan saya karena untuk mencari pekerjaan di tempat lain atau ada interview di perusahaan lain. Itu sangat tidak etis.
HRD; jadi Bapak lebih mengedepatkan etis atau tidak etis ketimbang kejujuran?
Ridwan; tidak begitu juga Bu. Saya juga ingin tetap menjaga hubungan baik dengan semua jajaran dan rekan kerja di perusahaan saya, jika seandainya nantinya saya bisa bergabung di perusahaan ini.
HRD; Menurut saya lebih baik sampaikan secara jujur saja, untuk masalah mendapatkan persetujuan atau tidak itu tergantung nasib dan keberuntungan Bapak.
Ridwan; Betul Bu, tapi pendapat Ibu seandainya ibu sebagai HRD di perusahaan saya bekerja saat ini, Jika saya mengajukan cuti dengan alasan untuk interview di perusahaan lain secara mendadak. Apakah ibu akan menyetujui itu?
HRD; Pasti. Pasti saya akan menyetujuinya.
Ridwan; Kok bisa! "Nada Binggung" Kira-kira apa yang menjadi alasan ibu?
HRD; pertama saya mengapresiasi kejujurannya,
kedua, mengharapkan ia bisa berkembang lebih baik lagi di perusahaan lain,
ketiga, karena tidak mengharapkannya lagi untuk bekerja di perusahaan kami.
Ridwan; Maksud Ibu? "keheranan"
HRD; Jadi begini! Kebetulan posisi yang bapak lamar ini, karyawanya sedang memintak izin cuti untuk interview di perusahaan lain tepat dihari ini.
Maka dari itu, perusahaan langsung membuka lowongan kerja untuk mengantikan posisinya.
Ridwan; "Diam Membisu" didalam hatinya bercampur perasaan tidak nyaman.
HRD; Kok malah diam pak?
Apakah ada yang salah dengan penjelasan saya? "Sembari menahan tawa"
Ridwan; Gaa..ak, "gelagapan"
HRD; Apakah interviewnya bisa dilanjut? "tanya kembali dengan nada yang lebih halus"
Ridwan; Cukup. Langsung pada kesimpuan saja bu?
HRD; Oke silahkan bapak pulang dan kapan kira-kira bapak siap untuk mulai bekerja diperusahaan kami?
Ridwan; "makin keheranan". Maksudnya Bu?
HRD; Iya, kamu di terima di perusahaan kita.
Ridwan; Saya diterima! "kebingungan makin menjadi di raut wajahnya"
HRD; Betul Bapak Ridwan Kiwil,
Bapak di terima diperusahaan kami.
Menurut saya Bapak memang telah berbohong di perusahaan bapak saat ini.
Tapi Bapak telah jujur kepada saya tentang kebohongan bapak itulah pertimbangan saya menerima Bapak.
Ridwan; "Alhamdulillah" ungkapan yang terucap dalam hatinya.
Terimakasih Bu untuk kesempatan yang diberikan.
Saya akan segerah mengurus administrasi pengunduran diri saya di perusahaan saya saat ini, saya pastikan dalam waktu empat belas hari kedepan saya sudah bisa bergabung.
HRD; Oke terimakasih Pak Ridwan dan selamat bergabung.
Ridwan; Sama-sama Ibu RAHMA WATI "Kebahagian terpancar diraut wajahnya"
Komentar
Posting Komentar